Tampilkan postingan dengan label dialegtika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dialegtika. Tampilkan semua postingan

MENILIK MINDSET MASYARAKAT


Oleh:UmbuPhim

Dalam penelitian saya tentang implementasi kepemimpinan visioner di salah satu desa di kabupaten malang, saya menemukan hal yang sangat unik yang sangat sulit saya lupakan dan cukup berkesan bagi saya dalam memberikan satu warna baru untuk melihat bagaimana kita dapat mengklasifikasikan kelompok masyarakat dengan kemampuan mereka untuk melihat sebuah perubahan. Jadi dari hasil penelitian saya tersebut dapat disimpulkan beberapa hal penting memang dan dari kesadaran ini dapat membawa saudara kepada cara berfikir dan cara memberikan value bagi masyarakat kita dengan lebih arief, dimana kita dapat melihat dan mengklasifikasikan kelompok masyarakat kita menjadi tiga kelompok masyarakat sesuai dengan mindsetnya yakni:

SISI LAIN DAMPAK COVID-19


Gambar penulis: MR Ed

Malang, 20 maret 2020

Salam hormat saudara/iku dimana pun berada. Semoga sehat selalu dan terhindar dari covid-19 yang berbahaya. Saya ucapkan Turut berdukacita bagi seluruh korban covid-19 dan keluarga semoga dapat diberikan ketabahan dalam segala hal juga anugerah kesehatan dari Yang Maha Kuasa.

Dampak negative yang dihadapi secara global maupun nasional terkait Covid-19 sangat membahayakan kehidupan negara dan keberlangsungan hidup masyarakat. Dari berbagai aspek kehidupan masyarakat baik bidang ekonomi, sosial sampai pendidikan sebagai tempat bersemayamnya masyarakat intelektual.

1. Ekonomi
Dampak yang paling berbahaya adalah arus pertumbuhan ekonomi negara begitu merosot, dimana masyarakat dengan taraf eknomi bawah akan makin susah keberlangsungan hidupnya. Ketika masyarakat dan kaum buruh yang harus susah memperoleh pendapat harian akibat banyak perusahaan yang harus menghentikan aktivitas. Kaum akar rumput yang memiliki warung makan dan penjualan sembako yang menurun bahkan kehilangan pelanggannya.

2. Sosial
Indonesia dengan salah satu negara yang sangat sosialis dengan budaya yang kuat. Dampak negative dari keadaanya yang sekarang akibat covid-19 membuat masyarakat makin individualistik dan pola interaktif yang kian hari tergerus. Hal ini akan mengakibatkan masyarakat menjadi sangat traumatik  dalam pola interaktif sebagai masyarakat yang sosialis dan menjunjung nilai-nilai budaya dan keTuhanan.

3. Pendidikan
Dengan kebijakan melock down masyarakat intelektual perguruan tinggi dan sekolah, membuat akses pendidikan yang juga multikultur akibat SDM di setiap daerah berbeda akan sulit mentransfer ilmu bagi mahasiswa maupun siswa. Pada sisi yang lain menyulitkan daya kekritisan mahasiswa dalam menanggapi persoalan negara seperti menanggapi omnibuslaw dan lain sebagainya

Dengan sedemikian banyaknya pergolakan masalah yang akan dihadapi dalam jangka panjang bangsa ini. Maka perlu ada strategi yang pasti oleh para stacke holder bangsa ini untuk menanggapi permasalahan covid-19 diantaranya memperkuat tindakan preventif dalam dunia kesehatan disetiap jantung kehidupan masyarakat. Sehingga tidak berdampak secara berkepanjangan dalam pola dan tatanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang terpenting adalah tidak hanya lock down, tapi fasilitas kesehatan sampai ke akar rumput perlu ditingkatkan. Bagi masyarakat harapan besarnya tetap waspada tapi ingat bahwa kita adalah bangsa yang sosialis dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keTuhanan dan kebudayaan

ALIRAN PEMIKIRAN PSIKOLOGI

Gambar: penulis
Secara etimologis psikologi dapat di artikan dari dua suku kata yaitu phyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Secara harafiah dapat kita simpulkan bahwa psikologis adalah suatu study yang mempelajari tentang ilmu kejiawaan. Tidak cukup hanya itu sebagai masyarakat sudah sangat penting untuk mengetahui secara filsafat mengenai makna dari ilmu kejiwaan yang di maksudkan dalam study psikologis.

Namun pada kesempatan ini saya mau mengajak kita untuk melihat dua aliran psikologis dunia yang menurut saya sangat menarik, dimana dalam perkembangan psikologis dari aliran jerman dan amerika dengan konstruksi pemikiran yang cukup berbeda.

untuk membedakan kedua pemikiran tersebut akan saya jelaskan satu persatu dengan singkat, padat dan jelas :
1. Aliran w.wundt dengan teori strukturalisme ( bapak psikologi jerman )
Menurut aliran ini bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur kejiwaan. Pada ilustrasi dari penelitiannya di laboratorium w.wundt memberikan pemahaman bahwa jiwa di bentuk dari berbagai bagian yang terpisah dan menyatu sebegai sebuah organisme. Bagian bagian tersebut antara lain seperti penginderaan, perasaan, ingatan dan lain sebagainya. Oleh karena itu aliran w.wundt biasa di kenal sebagai aliran elementisme, strukturalisme dan asisionisme.
2. W.james dengan teori fungsionalisme  ( bapak psikologi amerika )
Pada sisi lain pelopor teori psikologi amerika Ini menunjukan konsepnya dengan cara berfikir tersendiri yaitu secara sederhana dapat di analogikan sebagai sebuah kendaraan roda dua (2) yang di sebut sebagai motor. Tidak peduli motor berasal dari satu kesatuan elemen yang berbeda misalnya besi, lampu, plastik dan lain sebagainya. Tetap di katakan sebagai sebuah motor. Namun demikian aliran w. James lebih menekan kan pada fungsi dari sebuah kendaraan roda dua (2) tersebut, biar di lihat dari segala macam sisi dan jauh atau dekat atau keadaan remang - remang ketika melihat tampaknya tetap di katakan sebagai motor.

Kesimpulan: sebagai penutup dapat di analogika sebagai sebuah bangunan, bagi aliran w.wundt lebih esensial mengarah pada obyek penelitian mengenai bagaimana cara pembuatan pondasi, dinding, atap atau bahan- bahan yang di gunakan. Tetapi aliran w.james jauh lebih menekankan dari fungsi dari bangunan tersebut apakah di gunakan sebagai rumah, sekolah, gedung pabrik dan lain sebagainya..

Demikian sedik ulasan terkait dengan aliran psikologi semoga bermanfaat. Sebagai tambahan literatur silahkan baca buku psikologi karya SARLITO W. SARWONO dengan buku yang berjudul psikologi umum.

DALAM KEHENINGAN Oleh : Rambu ARNI

DALAM KEHENINGAN



gambar : foto Rambu Arni ( fb )

Di keheningannya malam ini
aku teringat akan sosok dirimu
sosok di mana terdapat suatu kebahagiaan
yang sering kau umbarkan lewat canda tawamu
bahkan senyuma manismu
mampu membuat aku terkesima
seakan – akan aku ingin terbang melayang
di  udara bersama hempasan angin yang kencang





gambar : Rambu Arni (fb)
jujur ketika aku bertemu kamu aku salah tingkah
entah mengapa, detak jantungku berdetak lebih kencang
seakan – akan tak ingin bernafas
dari rawut wajah mu aku temukan apa artinya
sebuah kepemimpinan yang sesungguhnya
yang di mana pemimpin harus tegas, disiplin, jujur
dan ber integritas tinggi





by, 


Rambu Arni

DEALEGTIKA KEHIDUPAN DALAM MENGHADAPI MASALAH

gambar: anak mabok gokil


S
etiap manusia tanpa terkecuali pasti tidak terlepas dari yang namanya masalah, yang kemudian ketika hal tersebut menghampirinya akan membuat orang tersebut frustasi dan akan sejauh itu menghilangkan akal sehatnya sebagai manusia yang di karuniai akal budi. Demikian dalam keadaan seperti ini, orang akan merasakan kesulitan yang sangat tinggi dan kompleks, sehingga kemudian masalah yang di hadapi di anggap sama sekali tidak memiliki jalan keluarnya. Sebagai manusia hal itu sangat wajar ketika masalah menghampiri seseorang, tingkat emosional sangat dominan dan bahkan mengusai cara pandang orang tersebut secara menyeluruh. Lalu tanpa di sadari seringkali manusia bertindak anarkis akan apa yang sedang Ia rasakan dalam proses dialegtika nya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

N
amun kemudian satu hal yang perlu di ketahui bahwa tingkat efektifitas kita dalam menghadapi masalah ini sangat kecil. Kenpa bisa seperti itu ? karna kita berada pada tatanan yang memang tidak pada solusi tentang satu hal yang di sebut sebagai masalah. Untuk menjawab ini adalah mencari satu titik dalam kehidupan manusia dengan  proses dialegtika serta timbul dari dalam dirinya yaitu ketenangan. Puncak klimaks seseorang dalam hidupnya ketika mendengar masalah itu hadir yang sebenarnya tidak di inginkan sama sekali.

T
anpa di sadari manusia memikirkan sesuatu karna apa yang di rasakan sesaat tanpa secara mendalam mengetahui apa yang semestinya terjadi dengan segala akar persoalan yang terdapat dalam dialegtika masalah tersebut.  Presepsi yang salah ini sering kali di lakukan oleh kebanyakan orang, sehingga melihat hal ini dengan keadaan yang sama sekali tidak memiliki solusi dan terdapat dualisme yang negatif muncul yakni pertama berbicara soal penyelelesaian dengan cara fisik atau pasrah dengan menyiksa diri. Namun dalam dualisme ini tidak di sadari bahwa sebetulnya orang – orang tersebut belum mengetahui komponen – komponen yang ada terkait dengan masalah yang di hadapi.

T
homas A. Edison dalam buku norman vince peale yang di tulis oleh Drs.f.x. Budianto mengatakan bahwa ada alasan kenapa otak sangat membutuhkan tubuh yaitu untuk membawa otak kemana – mana. Dalam artian bahwa segala yang di lakukan manusia berasal dari bagaimana otak itu bekerja dengan keinginannya. Untuk itu kekuatan pikiran sangat dominan dalam diri seseorang. Sehingga demikian alasannya mengapa di katakan bahwa tidak perlu menyelesaikan masalah dengan menggunakan fisik. Lebih dari itu juga bahwa realitas yang terjadi adalah ketika membawa persoalan dengan capaian klimaks maka hanya menambah persoalan baru dalam hidup. Maka yang terpenting adalah setelah mendapat posisi ketenangan, kemudian perlumengenali diri, dengan cara melihat apa saja yang terdapat dalam masalah tersebut. Bawa semua konteks amarah anda dalam proses dialegtika pikiran, kemudian mecahkan masalah itu seperti puing – puing bangunan lalu temukan kelemahannya. Setelah itu kita perlu menyusun kembali dengan menyatukan puing – puing tersebut menjadi satu bangunan yang baik. Maka percaya dengan proses dialegtika ini, secara cepat kita menemukan solusi dalam hidup.

C
atatan : untuk setiap pilihan yang di anggap sebagai solusi dari masalah yang di hadapi, harus dapat di terima semua konsekuensi dari pilihan tersebut. Maka kembali dari awal ketika memperoleh masalah tersebut temukan dalm diri anda yaitu ketenangan, kedua bawa itu dalam proses dialegtika pikiran anda, maka secara otomatis akan menemukan solusi, ketiga solusi anda juga adalah pilihan anda, dan harus dapat menerima semua konsekuensi yang ada, bagimanapun resiko yang anda harus peroleh.


THE SOLUTION GET IS A CHOICE IN YOUR LIFE

DAFTAR PUSTAKA

Budianto f.x. 1994. Anda pasti bisa bila anda pikir bisa. Jakarta : bina rupa aksara. Hal 20 – 21.

PANDANGAN SEORANG IDEALIS KAMPUNG

PANDANGAN SEORANG IDEALIS KAMPUNG

gambar: sang idealist


Tahukah anda ketika seseorang berbicara akan kelebihan dalam hidupnya ? yaa,, memang terlihat sangat lucu memikir kan ocehan seseorang dalam memaknai hidupnya sendiri. Seorang idealis berusaha menunujukan kemampuan kualitasnya dengan mengejar pengakuan diri dari orang lain seperti kata abraham maslow, mungkin terasa wajar bagi segelintir orang yang bersudut pandang sempit. Dalam konsep kehidupannya seorang idealis kampung ini, memiliki prinsip bahwa untuk sesuatu yang sedang di jalani yang paling penting adalah totalitas. Proses dialegtika dalam dirinya yakni berusaha untuk memhami dan mengenali dirinya dan berkaca pada orang lain. Ia percaya bahwa di mana pun berada maka akan sepenuhnya melakukan sesuatu yang bermanfaat baik diri sendiri dan orang lain.

Ada dualitas sudut pandang yang sering membuatnya melewati banyak persoalan dalam hidupnya yaitu totalitas dan ketahanan. Untuk melakukan sesuatu dalam hidupnya, berprinsip tidak pernah untuk mundur, sesuai dengan prinsip idealis, apapun yang di lakukan tidak akan berpaling pada jalan alternatif. Memang terlihat extrim, tapi mindset orang ini memang terbentuk pada hal yang keras, sehingga pantang untuk jatuh pada tantangan sebesar apapun.

Kehidupan sang idealis kampung ini tidak dapat di ukur dari apa yang terlihat dari luar, tetapi selalu pada prinsip hidup yang totalitas. Sadar akan hal yang ingin di capai tidak semudah membalik telapak tangan, manusia beridealis kampung ini mendedikasikan hidupnya tanpa melihat tantangan sebagai masalah tetapi memandangnya sebagai sebuah hal yang harus di hancurkan apapun caranya. Kemudian atas dasar totalitas dalam prinsip hidupnya, juga di sadari bahwa konsekuensi yang di terima berdampak sangat beresiko tinggi, namun satu hal yang terpenting adalah idealis kampung ini, tahu bahwa hal tersebut yang membentuk karakternya dengan ketahanan. Pada prinsip yang ini bersinergi antara totalitas yang di lahir kan sebelumnya, sehingga kembali pada mindset pengolahan prinsip ini berpusat pada otoritas yang memang memiliki kekuatan yang besar ( the big power inside ).

Perlu di pahami bahwa dualitas pemikiran sang idealis kampung ini adalah terlahir bukan tanpa alasan yang tidak terukur. Tetapi secara sadar yang di anggapnya adalah melalui hal yang abstrak dan di aplikasikan kepada hal yang empiris, maka dualitas pandangan nya tercipta.

Sampai jumpa pada pandangan idealis kampung berikutnya.....

GOOD LUCK

Kategori

Kategori